Lovebird Kerah Hitam Spesies Original yang Mulai Langka
Lovebird

Lovebird Kerah Hitam: Spesies Original yang Mulai Langka

Lovebird Kerah Hitam: Spesies Original yang Mulai Langka. Banyaknya komunitas pecinta lovebird yang kian berkembang, ditambah dengan kemajuan ilmu pengetahuan, membuat variasi dari jenis burung lovebird ini makin tidak bisa dikendalikan.

Pasalnya banyak orang kini mulai pandai membuat variasi baru dari jenis lovebird asli, mulai dari rekayasa genetik hingga perkawinan silang.

Salah satu ras asli dari burung beo mini ini adalah lovebird kerah hitam (Agapornis swindernianus). Burung jenis lovebird yang dikenal dengan ras Swindern ini umumnya banyak tersebar di negara-negara Afrika yang dilewati khatulistiwa.

Ukuran tubuhnya pun berbeda dari jenis lovebird yang biasa kita temui di Indonesia, dengan panjangnya sekitar 13,5 cm.

Fakta Tentang Lovebird Kerah Hitam

1. Sejarah Persebaran Lovebird

Lovebird kerah hitam pertama kali ditemukan tahun 1820 oleh Heinrich Kuhl, namun untuk namanya diambil dari seorang profesor Belanda “Theodore Van Swinderem” dari Universitas Groningen.

Burung lovebird yang satu ini hampir tidak dapat ditemui di negara-negara Amerika dan Eropa. Namun mereka bisa ditemukan di hutan-hutan Afrika Barat dan Tengah, seperti: Kongo, Uganda, Gabon, Kamerun, Liberia, Pantai Gading, dan Republik Afrika Tengah.

Jenis ras Swindern sendiri memiliki tiga sub-spesies, di antaranya yaitu: lovebird kerah hitam atau emini (A.s. emini), Kamerun lovebird (A.s. zenkeri), dan sub-spesies Nominal (A.s. swindernianus).

Sub-spesies Nominal adalah jenis lovebird yang ditemukan Kuhl tahun 1802. Sementara A.s. emini ditemukan oleh Neumann tahun 1908 (menyebar di bagian pusat atau timur Republik Kongo menuju ke ujung barat Uganda).

Terakhir, A.s. zenkeri ditemukan tahun 1895 oleh Reichenow (menyebar dari Kamerun Selatan dan Timur menuju ke Republik Afrika Tengah dan Republik Kongo Barat).

2. Ciri-Ciri Umum Lovebird

Lovebird kerah hitam ras Swindern sebenarnya adalah jenis burung nuri Afrika yang berukuran kecil (13,5 cm), namun berada dalam genus Agapornis. Baik jantan maupun betina memiliki warna dominan hijau dengan dada berwarna kuning zaitun.

Burung ini juga memiliki ciri khas yakni sebuah cincin hitam di bagian tengkuk leher (yang kemudian disebut kerah hitam).

Burung Swindern ini umumnya memiliki paruh berwarna hitam keabu-abuan, sama seperti warna kakinya (meskipun ada yang berwarna kuning kehijauan). Sementara untuk iris matanya berwarna kecoklatan (saat muda) dan kuning (saat dewasa).

Pada bagian ekor atas memiliki warna biru terang, sedangkan ujung ekornya berwarna merah.

Untuk mengidentifikasi umur mereka sangat mudah, karena sebagian Swindern muda tidak memiliki kerah hitam dan paruhnya berwarna pucat.

3. Makanan dan Perawatan

Negara-negara seperti Liberia dan Uganda telah menetapkan bahwa lovebird kerah hitam Swindern merupakan harta alam di negara mereka.

Jenis spesies ini termasuk tipe pemalu dan memiliki syarat khusus dalam makanan mereka yakni buah ara asli dan beras.

Hal inilah yang membuat spesies lovebird kerah hitam ras asli sangat sulit untuk dikembangbiakkan di penangkaran.

Memelihara spesies ini di rumah merupakan tantangan tersendiri bagi pecinta lovebird. Selain tidak adanya kebutuhan makanan yang diinginkan, juga karena sifatnya yang pemalu.

Lovebird kerah hitam yang ditempatkan dalam sangkar akan meninggal dalam beberapa hari (rata-rata umur lovebird mencapai 10-15 tahun). Untuk itu, para aviculturist biasanya memilih untuk membuat mutasi warna dari jenis ras asli secara selektif.

Dengan begitu turunan dari spesies ini mungkin akan lebih mudah dikembangbiakkan di rumah.

4. Habitat Asli

Spesies khusus “lovebird kerah hitam” pernah sekali dipelihara oleh seorang misionaris bernama Pastor Hutsebour. Tentunya ia membuat burung ini tetap hidup dengan memberikan daging buah dan biji ara asli.

Namun ketika ia berupaya menghentikan makanan tersebut, burung itu akhirnya mati dalam beberapa hari. Untuk itulah spesies ini tidak pernah berhasil ketika diekspor. Sangat sulit untuk menjauhkan burung ini dari habitat asli mereka.

Biasanya burung-burung lovebird kerah hitam akan bersembunyi di atas pepohonan hutan untuk menghindari manusia. Ada yang berkelompok kecil (hingga 20 burung) dan kadang-kadang berkelompok besar (saat kemarau).

Burung ini adalah penghuni hutan tropis (baik hutan primer dan sekunder) di dataran rendah. Biasanya mereka memilih tinggal di bawah ketinggian 700 m, namun ada juga yang ditemukan di atas 1800 meter di Uganda.

5. Perkembangbiakan

Karena sulitnya penangkaran terhadap lovebird kerah hitam dan juga sifatnya yang pemalu, maka proses pembiakan burung ini juga belum diketahui.

Lovebirds umumnya mulai berkembang biak ketika umur 10 bulan, dan terus berlanjut hingga umur 5-6 tahun. Untuk waktunya, spesies khusus kerah hitam ini diperkirakan berkembangbiak dengan baik di bulan Juli (ketika ditemukan bersarang di sungai basin utara Kongo).

Terakhir, lovebird kerah hitam mungkin jenis spesies yang jarang ditemukan di Indonesia. Bahkan jumlah populasinya di dunia juga belum dikuantifikasi.

Namun mengingat penangkaran jenis spesies ini tergolong sangat kompleks dan harus ditangani oleh ahlinya, maka lebih baik kita menjaga jumlah mereka agar tetap stabil tanpa campur tangan dari manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *