Lovebird Biola Opaline Si Pembawa Gen Resesif
Lovebird

Lovebird Biola Opaline: Si Pembawa Gen Resesif

Lovebird Biola Opaline: Si Pembawa Gen Resesif. Kehadiran lovebird opaline atau biola dari ras fischeri, tentunya membuat daya tarik sendiri. Selain dari warnanya yang khas (berbeda dari jenis standard), lovebird opaline juga dapat membawa kombinasi baru dari jenis mutasi lovebird lainnya.

Lalu bagaimana seseorang bisa mengelompokkan antara lovebird opaline dan lovebird hasil mutasi?

Pada dasarnya mutasi lovebird opaline ini terkait dengan jenis kelamin (sex-linked). Jadi, lovebird dengan gen opaline akan selalu menunjukkan pola mereka.

Artinya, warna dari hasil silang lovebird opaline mungkin akan berubah, namun gen mereka tetap dan masih bisa diprediksi (menghasilkan pola).

Mutasi dari jenis lovebird opaline ini sangat menarik, sehingga tidak salah jika harga lovebird opaline atau biola sangat mahal.

Fakta Seputar Lovebird Opaline Atau Biola

1. Sejarah Kelahiran Lovebird Opaline

Mutasi pertama dari lovebird biola atau opaline ini lahir dari jenis lovebird muka salem biasa, yang merupakan hasil dari pertenakan Becky Anderson, di Michigan, AS.

Bayi pertama dari jenis ini lahir tanggal 18 Januari 1997, yang merupakan hasil mutasi dari dua induk jantan dan betina lovebird muka salem.

Kesuksesan Becky Anderson mendapat respons yang positif sehingga membuat para penangkar lain dari Austalia, Amerika, dan Eropa berlomba-lomba mencetak mutasi lain dari jenis muka salem.

Hingga tahun 2013, setidaknya sudah ada belasan mutasi warna dari lovebird muka salem. Sebagian di antaranya adalah: jenis Green opaline, Lutino, American cinnamon, Australian cinnamon, Lacewing, Dark factor, Violet, American pied, Fallow, Longfeather, dan Japanese yellow (imperial golden cherry).

Jika mutasi ini disilangkan satu sama lain, termasuk dengan lovebird muka salem biasa, maka bisa diperkirakan ada sekitar 100.000 varian baru dari jenis opaline ini.

2. Generasi Pertama “Green Opaline

Jenis opaline atau lovebird biola generasi pertama yaitu green opaline. Jenis burung lovebird yang satu ini disebut juga opaline standard.

Ciri-cirinya yaitu memiliki tudung kepala yang seluruhnya berwarna merah dan sejumlah bulu ekor yang merupakan kombinasi merah-oranye. Warna hijau pada opaline ini berbeda dengan warna hijau lovebird muka salem yang asli, karena lebih terang.

Sementara pada bagian pantat juga sama-sama memiliki warna hijau terang, tanpa ada corak biru.

Ketika masih muda, jenis opaline ini mudah dikenali dengan warna kuning pada bagian belakang kepalanya. Namun ketika dewasa, warna ini berangsur-angsur berubah menjadi merah.

Untuk menghasilkan varian baru, biasanya green opaline akan disilangkan dengan salah satu mutasi di atas. Sebagian hasil persilangan kemungkinan membuat warna tudung merahnya menghilang, berganti warna, mengalami degradasi, atau yang lainnya.

3. Aturan Persilangan Lovebird Opaline

Variasi dari lovebird biola atau opaline memang beragam dan banyak jenisnya. Namun untuk menghasilkan jenis opaline maka Anda harus memiliki kedua induk jantan dan betina yang memiliki gen opaline.

Jika tidak maka burung tersebut termasuk split to opaline. Semua jenis mutasi selain opaline (seperti lutino, cinnamon, fallow, dan sebagainya) disebut dengan non-opaline.

Untuk menghasilkan burung betina opaline biasanya membutuhkan satu jenis gen opaline saja (entah dari bapak atau ibunya). Sementara untuk burung jantan membutuhkan dua gen opaline (dari bapak dan ibunya sekaligus).

Jika burung jantan tersebut hanya memiliki satu gen opaline (entah dari bapak atau ibunya), maka gen dalam burung jantan itu disebut split to opaline. Yang artinya ia secara genotip memiliki 50 persen darah opaline, namun secara fenotip (visual) tidak kelihatan atau baru.

4. Harga Burung Split Opaline

Harga lovebird biola atau split opaline pada umumnya memiliki level sendiri-sendiri, bergantung dari tingkat mutasi gennya. Level 1 yang membutuhkan dua gen opaline mungkin lebih murah dibandingkan level 2 yang hanya membutuhkan satu gen.

Sementara level 2 mungkin 50 persen lebih murah dibandingkan level 3 (yang termasuk jenis mutasi-mutasi baru) dan seterusnya. Adapun kisaran nominal harga untuk satu burung split opaline bisa antara 10-30 jutaan.

5. Tingkat Kepercayaan Masyarakat

Mengingat pecinta lovebird Indonesia kini mulai gencar mencari burung mutasi yang masih langkah (seperti: fischeri opaline lutino, fischeri opaline blue, atau fischeri pale fallow), maka nominal uang 10-30 jutaan mungkin tidak masalah bagi mereka.

Namun kembali lagi, apakah Anda yakin dengan tingkat keasliannya?

Di negara-negara Eropa, transaksi burung lovebird biola merupakan transaksi kepercayaan. Artinya jika Anda percaya maka lanjutkan, sementara jika Anda ragu maka tinggalkan.

Sedangkan kondisi di negara Indonesia biasanya kebalikan dari itu. Banyak oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab mungkin akan menipu Anda dengan mengatakan itu adalah hasil split, padahal tidak.

Terakhir, pembiakan lovebird biola dengan cara mengawinkan silang memang tidak asing lagi sekarang ini. Namun perlu diperhatikan bahwa pembiakan ini tidak bisa dilakukan dengan sembarangan.

Proses pembiakan yang tidak bertanggung jawab, hanya akan mempersulit klasifikasi dari lovebird itu sendiri. Sebagai hasilnya, banyak spesies lovebird mungkin tidak bisa diidentifikasi dan akhirnya banyak disalahgunakan oleh pihak yang hanya mencari keuntungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *