5 Rahasia Beternak Kenari Pahami Hal Berikut Sebelum Terlambat
Kenari

Rahasia Beternak Kenari: Pahami Hal Berikut Sebelum Terlambat

Anda perlu mengetahui hal-hal penting ini sebelum beternak Kenari. Bagi anda para kicau mania, mendengar kata-kata beternak Kenari mungkin terdengar menyenangkan.

Bagaimana mungkin tidak?

Karena beternak Kenari dapat mendatangkan keuntungan dalam sekaligus.

Karena dengan beternak kenari bisa setiap hari bercengkerama dengan burung kesayangan kita sekaligus mengumpulkan pundi-pundi rupiah di rekening tabungan kita.

Siapa yang tidak mau, coba?

Namun, kita tidak boleh tergiur dengan tiupan angin surga, dengan datangnya hembusan tren beternak kenari di kalangan kicau mania, lantas kita juga ingin melakukannya.

Jangan hanya karena melihat kesuksesan orang lain yang sedang beternak kenari, lantas kita juga tergiur untuk melakukan hal yang sama.

Rahasia Beternak Kenari

Peternak jenis burung kenari termasuk usaha yang untung-untungan atau susah susah gampang.

Ada banyak hal yang perlu dipelajari serta diperhatikan sebelum kita memulai beternak kenari.

Untuk lebih jelasnya Mari kita bahas ulasan berikut ini.

1. Susah Mendapat Calon Indukan

Saat kita ingin memulai beternak burung kenari, maka satu hal yang harus dipersiapkan adalah calon indukan yang berkualitas.

Namun, untuk mendapatkan indukan yang berkualitas tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Kita akan berhadapan dengan berbagai macam masalah, seperti harga indukan yang terlampau tinggi atau kondisi indukan yang belum jelas dan tidak diketahui kualitasnya.

Solusi:

Kalau kita sudah berusaha dan melewati beberapa cara untuk mencari indukan yang baik, sebaiknya betina yang masih bakalan saja.

Betina yang masih bakalan bisa kita dapatkan dengan mudah di peternak lain ataupun di lapak-lapak burung kenari.

Belilah burung kenari betina yang masih berumur 2 hingga 3 bulan.

Kemudian rawatlah betina bakalan tersebut dengan sabar hingga benar-benar kawinkan.

yaitu ketika burung kenari betina sudah mencapai usia 7 Hingga 9 bulan.

Dengan demikian, kita dapat memantau kualitas betina yang akan kita jadikan indukan.

2. Sudah Ada Indukan Tapi Tidak Segera Berjodoh

Proses penjodohan pada burung kenari merupakan proses yang dianggap susah di kalangan peternak.

Karena pada dasarnya burung kenari juga sama dengan manusia dalam hal jodoh.

mereka bisa saja sulit berjodoh dan tidak segera melakukan proses perkawinan atau tidak segera bertelur setelah dijodohkan dengan pejantan.

Hal ini pasti membuat kita bingung, kira-kira apakah yang salah?

Solusi:

a. Ganti pejantan

Bisa jadi, dalam permasalahan ini indukan betina tidak merasa cocok dengan pejantan yang telah kita sediakan. Maka sebaiknya kita harus memiliki stok pejantan kenari. Cobalah ganti dengan pejantan yang lain ain dan lihat perubahannya dalam berapa hari.

Jika indukan betina ada kecocokan dengan pejantan maka indukan tersebut mulai berjodoh dengan pejantan tersebut.

b. Tambah makanan bernutrisi bagi indukan.

Indukan betina yang tidak segera bertelur, mungkin dikarenakan indukan tersebut kekurangan nutrisi, kita perlu memberikan tambahan makanan yang mengandung nutrisi tinggi agar matang dan siap secara sempurna.

c. Kita wajib berusaha mendekatkan pejantan yang sudah gacor kepada indukan betina.

Perlu diketahui bahwa suara gacor dari pejantan diyakini dapat merangsang birahi indukan betina.

3. Sudah Berjodoh, Sudah Kawin, Sudah Bertelur, Tetapi Telur Tidak Kunjung Menetas.

kita tidak boleh buru-buru untuk ngambil kesimpulan bahwa telur tersebut kopyor atau tidak bisa menetas.

Setidaknya, kita harus menang menunggu kurang lebih 15 hari sejak telur tersebut keluar.

Jika dalam waktu 15 hari telur tersebut tidak kunjung menetas maka kita coba cari penyebabnya.

Kalau kita pahami Sebenarnya ada beberapa penyebab jika telur burung kenari kita tidak menetas.

Diantaranya adalah kemandulan, obesitas atau pakan yang kita sediakan masih kurang nutrisi.

Solusi:

Segera cek kesehatan umum kondisi indukan yang kita miliki.

Kesehatan atau kualitas dari burung kenari jantan juga perlu kita perhatikan.

Kemudian kita coba berikan makanan yang bernutrisi dalam jumlah yang cukup, untuk memperbaiki hormon pada burung kenari.

Sebaiknya makan yang mengandung diberikan secara berlebihan karena akan berdampak kegemukan.

4. Telur Bisa Menetas, Tapi Piye Mati Beberapa Hari Kemudian

Jika anakan atau piyek mati, padahal usianya belum mencapai satu minggu, mungkin pola perawatan dan pengawasan kita kepada piyek perlu ditingkatkan.

Seperti, jangan sampai telat meloloh piyek dan jangan sampai pakan piyek kekurangan nutrisi.

5. Piyek Berhasil Hidup Sampai Besar, Tetapi Mati Karena Terserang Penyakit

Jika kesehatan, kebersihan keamanan, serta pakan burung kenari muda terjamin, maka kenari bisa hidup lebih lama.

Mari kita intropeksi dan bertanya kepada diri kita sendiri, aspek mana yang masih terlewatkan?

Yang pertama, kita harus memastikan kesehatan kenari remaja tersebut.

Kemudian, cek keamanan kandang kenari dari serangan predator dan pengganggu seperti tikus dan semut.

Kebersihan kandang juga harus kita cek secara berkala.

Selain itu, pastikan nutrisi yang kita berikan mencukupi kebutuhan burung kenari.

Bagaimana?

Masih yakin untuk beternak burung kenari?

Penjelasan yang telah kita uraikan diatas adalah permasalahan yang paling sering dialami oleh para peternak.

Susah susah gampang kan?

Namun, jangan pernah patah semangat.

Selamat mencoba dan semoga sukses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *